Terdakwa penyiram Novel tak ajukan eksepsi

tidak akan mengajukan eksepsi, ini (dakwaan) mungkin sudah dipahami dan dimengerti oleh terdakwa Jakarta (ANTARA) - Kedua terdakwa pelaku ...

tidak akan mengajukan eksepsi, ini (dakwaan) mungkin sudah dipahami dan dimengerti oleh terdakwa

Jakarta (ANTARA) - Kedua terdakwa pelaku penyiraman air keras kepada Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Maulatte, tidak akan mengajukan nota pembelaan atau eksepsi.

"Setelah kami koordinasikan, bahwa kami selaku tim pembela tim kuasa terdakwa tidak akan mengajukan eksepsi, ini (dakwaan) mungkin sudah dipahami dan dimengerti oleh terdakwa," kata penasehat hukum kedua terdakwa Edi Purwanto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis.

Keduanya telah menerima dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dan bersedia untuk mengikuti proses persidangan selanjutnya yaitu pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Untuk agenda selanjutnya, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Halim Djuyamto sepakat untuk melaksanakan pemeriksaan saksi dua pekan usai sidang perdana.

Baca juga: Penyiram air keras Novel Baswedan didakwa penganiayaan berat

Hal ini disebabkan untuk mencegah potensi penyebaran COVID-19 di ruang publik seperti ruang persidangan yang kerap kali dikunjungi banyak orang.

"Kita sepakati dulu dau saksi dulu, Yasri Yuda Yahya dan Novel Baswedan. Kita jadwalkan dua minggu setelah ini (sidang perdana)," kata Djuyamto.

Ronny Bugis dan Rahmat Kadir didakwa Jaksa penuntut umum dengan dakwaan bersubsider yaitu Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Keduanya didakwa atas perbuatan penganiayaan yang telah direncanakan, dilakukan secara bersama-sama dan menyebabkan luka berat terhadap korbannya.

Baca juga: Kuasa hukum Novel inginkan sidang ditunda karena pandemi COVID-19

Tim advokasi Novel Baswedan pun mengharapkan dari persidangan yang sudah masuk ke meja hijau diharapkan tidak menjadi formalitas semata dan dapat mengungkapkan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel yang sesungguhnya di persidangan.

"Kami (tim pengacara) berharap betul. jaksa bisa mengungkap dibalik dua orang ini siapa saja yang terlibat. Itu harapan kita," kata Penasehat Hukum Novel Baswedan Saor Siagian saat dihubungi wartawan.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Sumber: Antaranews.com

COMMENTS


loading...
Loading...

Share

$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=hide$snippet=hide$count=6$label=0

Loading...
Nama

Asusila,2,Curas,2,FOKUS,167,Insiden,4,KRIMINAL,1,Narkoba,3,RAGAM,1,Terorisme,3,
ltr
item
Kabar Kriminal: Terdakwa penyiram Novel tak ajukan eksepsi
Terdakwa penyiram Novel tak ajukan eksepsi
https://cdn.antaranews.com/cache/800x533/2020/01/06/IMG-20200106-WA0040.jpg
Kabar Kriminal
https://www.kabarkriminal.com/2020/03/terdakwa-penyiram-novel-tak-ajukan.html
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/2020/03/terdakwa-penyiram-novel-tak-ajukan.html
true
4690725287027830542
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy