Warning : Error while sending QUERY packet. PID=26629 in /home/jatim/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1924 Warning : Cannot modi...


Warning: Error while sending QUERY packet. PID=26629 in /home/jatim/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1924

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/jatim/public_html/wp-includes/wp-db.php:1924) in /home/jatim/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8

Hukum & Kriminal – beritajatim.com

https://beritajatim.com Portal Berita Jawa Timur Fri, 27 Mar 2020 11:45:15 +0000 en-US hourly 1

Polisi Masih Toleran Bubarkan Kerumunan Warga Surabaya, Ini Penjelasannya

https://ift.tt/39kFKks Fri, 27 Mar 2020 11:22:38 +0000 https://ift.tt/2QR4aeP Surabaya (beritajatim.com) – Meski wabah virus corona sudah menyebar di Kota Surabaya, kondisi tersebut tak membuat surut warga yang berkerumun untuk nongkrong. Hal ini pun sontak membuat kepolisian harus ekstra kerja keras untuk mengingatkan dan ‘mendongkrak’ warga yang nongkrong di warkop atau cafe. Lalu kenapa kepolisian tak bertindak tegas dengan menerapkan sanksi sesuai UU yang ada? Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra pun menjelaskan sedikit tentang sanksi ini. Menurut World Health Organization (WHO), bencana corona sudah masuk pandemik.

“Pandemik dan corona juga sudah masuk level physical distancing. Sehingga masyarakat sudah pastinya mengikuti instruksi pemerintah dengan berada di rumah saja. Jika tetap berkeliaran atau berkerumun maka sebenarnya bisa diterapkan sanksi sesuai UU Kesehatan. Tapi kepolisian belum, baik Polda Jatim pun belum menerapkannya,” jelasnya kepada beritajatim.com di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (27/3/2020).

Meski demikian saat ditanya apakah akan menerapkan tindakan tegas sesuai UU, AKBP Teddy mengaku menunggu keputusan pemerintah. Sementara menurut kepolisian, sebagai referensi untuk bahwa terkait Maklumat Kapolri dan atas kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid-19). Apabila warga masyarakat tidak mengindahkan maka Polri tidak segan untuk membubarkan masyarakat yang berkumpul atau sifatnya mengumpulkan banyak orang di suatu tempat.

Bila masyarakat menolak atau melawan aparat, maka Polri akan bisa menindak tegas sesuai dengan Pasal 212, 216 dan 218 KUHP yang bisa diterapkan bagi masyarakat yang tetap berkumpul di suatu tempat. Hal tersebut sesuai Pasal 212 KUHP yang berbunyi :

“Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Kaitannya dengan pasal 214 KUHP, jika hal tersebut dilakukan oleh dua orang atau lebih maka ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara.

Selain itu Pasal 216 ayat (1) yang berbunyi: “Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.”

Pasal 218 KUHP yang berbunyi :

“Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah”.

Pasal ini pun bisa diterapkan kepolisian untuk menindak tegas warga yang dengan sengaja atau membandel karena berkumpul di tengah penyebaran virus corona. (man/kun)

]]> Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Gresik

https://ift.tt/3aoSfN8 Fri, 27 Mar 2020 10:29:48 +0000 https://ift.tt/2QNihBK Gresik (beritajatim.com) – Dua pengedar narkoba jenis sabu, tidak berkutik saat diringkus polisi. Kedua tersangka itu diantaranya Alim Mashudi (27) asal Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan dan Bayu Setiawan, pemuda asal Balongpanggang, Gresik.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti antara lain, satu klip plastik berisi sabu 1,34 gram, satu pipet kaca, satu buah sedotan, satu buah ponsel, dan korek api.

Kasatreskoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto mengatakan, penangkapan itu berawal dari masyarakat bahwa ada transaksi sabu di rumah tersangka di Dusun Sambiroto, Balongpanggang, Gresik.

“Sebelum meringkus tersangka terlebih dulu kami melakukan penyelidikan. Hasilnya, mengarah ke Alim Mashudi,” katanya, Jumat (27/03/2020).

Setelah mengamankan Alim Mashudi, dari hasil interogasi ada satu rekan tersangka yang terlibat. “Dari hasil itu, kami juga mengamankan Bayu Setiawan,” ujar Hery Kusnanto.

Salah satu tersangka yakni Alim Mashudi mengaku dirinya menjadi pengedar sabu karena kesulitan mencari pekerjaan. “Saya sudah menganggur lama. Coba-coba jadi pengedar sabu akhirnya ketagihan juga,” ujarnya.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. [dny/kun]

]]> Tangkal Covid-19, PN Mojokerto Akan Gelar Sidang Online

https://ift.tt/2xw8EAY Fri, 27 Mar 2020 10:06:22 +0000 https://ift.tt/2JfKUU6 Mojokerto (beritajatim.com) – Antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto akan menggelar sidang perkara pidana secara online. Sidang online melalui video conference tersebut rencananya akan dilakukan uji coba pada, Senin dan Selasa pekan depan.

Sidang video conference tersebut dilakukan dengan para pihak, baik jaksa, hakim, pengacara maupun terdakwa tidak berada di ruang sidang. Majelis hakim dan pengacara di ruang sidang, jaksa dan saksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) dan terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Kepala PN Mojokerto, Agus Walujo Tjahjono mengatakan, pihaknya sudah melakukan video conference koordinasi antar pimpinan. “Yakni PN Mojokerto, Kejari Kabupaten, Kejari Kota, Polresta dan Polreskab, Lapas Mojokerto tentang rencana persiapan sidang secara online,” ungkapnya.

Dari hasil video conference yang digelar, disepakati terkait teknik persidangan. Yakni majelis hakim dan kuasa hukum di ruang sidang yakni di PN Mojokerto, terdakwa di Lapas Klas IIB Mojokerto, saksi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota maupun Kabupaten Mojokerto.

“Minggu depan uji coba dulu karena tadi ada kendalanya di IT suara tidak jelas, kita sempurnakan dulu. Setelah sempurna, OK kita laksanakan. Senin-Selasa uji coba dulu, kalau fix ada izin dari KPT (Kepala Pengadilan Tinggi, red) Surabaya akan dilaksanakan,” katanya.

Rencana realisasinya, lanjut Agus, masing-masing hakim membawa laptop saat sidang. Begitu juga dengan JPU di Kejaksaan dan dan terdakwa di Lapas yang dalam hal ini disediakan Lapas Klas IIB Mojokerto. Setelah uji coba persidangan semu, maka awal atau minggu kedua bulan April 2020 persidangan online sudah bisa dilaksanakan.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan membatasi jumlah pengunjung pengunjung ke sidang, yang boleh masuk para perdata dan JPU dan kuasa hukum. Tapi kalau sidang online maka hanya wartawan dan kuasa hukum yang boleh masuk karena saksi dan jaksa di Kejaksaan, terdakwa di Lapas,” lanjutnya.

Pasalnya, pihaknya diminta untuk tidak meniadakan sidang sehingga PN Mojokerto mencoba sidang secara online. Sidang online tersebut akhirnya menjadi pilihan PN Mojokerto, lanjut Agus, tujuannya agar terdakwa tidak terkoneksi dengan pihak luar.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Halila Rama Purnama. Sidang online dilakukan untuk mendukung social dan physical distancing dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. “Kita tadi telah melakukan video conference rapat koordinasi dengan menggunakan Aplikasi Zoom,” jelasnya.

Dari hasil rapat koordinasi disepakati penempatan para pihak dalam persidangan. Yakni majelis hakim dan kuasa hukum di PN Mojokerto, JPU dan saksi di Kejari Kota Mojokerto, saksi penangkap untuk perkara narkoba di Polresta Mojokerto, terdakwa di Lapas Klas IIB Mojokerto.

“Ini untuk sidang pidana. Sementara uuntuk perkara anak, orang tua, Bapas (Balai Pemasyarakatan, red) dan Peksos (Pekerja Sosial, red) berada di Kejari Kota Mojokerto. Sidang secara Online akan dimulai pada tanggal 30 Maret 2020, Senin depan,” tegasnya.[tin/kun]

]]> SCWI Ancam Laporkan Pimpinan Komisi A DPRD Surabaya

https://ift.tt/3dy6MYG Fri, 27 Mar 2020 03:49:13 +0000 https://ift.tt/3duS44Z Surabaya (beritajatim.com) – Ketidakpedulian Pimpinan Komisi A terhadap pengaduan masyarakat akan berbuntut panjang. Pasalnya, Surabaya Coruptions Watch Indonesia (SCWI) akan melaporkan Pimpinan Komisi A ke Ketua DPRD Surabaya.

Direktur SCWI Hari Cipto Wiyono mengaku heran dengan unsur pimpinan Komisi A yang terdiri dari Ketua Pertiwi Ayu Krishna (Fraksi Golkar), Wakil Ketua Camelia Habiba (Fraksi PKB), dan Sekretaris Budi Leksono (Fraksi PDIP). Karena permintaan hearing terhadap kasus Graha Astranawa yang diduga ada unsur korupsi tidak pernah ditanggapi.

“Saya akan laporkan pimpinan Komisi A ke ketua dewan dan minta audiensi, ada apa kok ngak pernah mau melakukan hearing kasus astranawa, padahal saya mengajukan hearing itu dari tahun lalu, Senin (30/3) laporan akan dilayangkan,” ujarnya.

Cipto menjelaskan, sebelumnya juga melaporkan pimpinan Komisi A ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya. Laporan ini dilayangkan karena komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini diduga melakukan pembiaran atas aspirasi masyarakat.

“Pimpinan Komisi A kami laporkan ke BK karena diduga melakukan pembiaran atas permintaan hearing kasus Astranawa,” tegasnya.

Cipto menegaskan, permintaan hearing atas kasus tanah Astranawa ini dinilai penting. Sebagai elemen yang bergerak di bidang korupsi, SCWI memandang pemberian tanah Astranawa dari YKP ke PKB Jawa Timur diduga mengandung unsur korupsi atau gratifikasi.

“Sebagai elemen anti kroupsi merasa terpanggil untuk melakukan pencegahan dan menyelamatkan aset negara dengan cara mengadu ke komisi A untuk dilakukan hearing untuk mencegah pemberian tanah itu dari YKP ke PKB Jatim,” ujarnya.

Mengingat masalah ini cukup krusial, sementara pimpinan Komisi A tidak merespon dengan baik, maka sikap itu disinyalir sengaja membiarkan perbuatan dugaan korupsi itu terjadi. Dugaan kuat, tidak adanya respon dari pimpinan komisi A karena ada yang menghalang-halangi. Mereka bisa jadi bagian dari orang-orang yang mekakukan gratifikasi.

“Padahal niat kita mulia, ingin menyelamatkan aset negara,” jelasnya.

Cipto berjanji jika laporan ke Ketua Dewan tidak berhasil, maka akan menyiapkan skenario jalur hukum. “Lihat saja nanti, kalau tetap saja ngak nanggapi, saya tempuh mekanisme hukum,” tegasnya.

Terpisah, menanggapi sikap SCWI yang akan melaporkan Pimpinan Komisi A ke Ketua DPRD Surabaya, Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krishna mengaku tidak ada niatan untuk menghambat aduan dari masyarakat ke gedung DPRD Surabaya. Seharusnya surat aduan itu ditujukan kepada Ketua DPRD Surabaya dengan tembusan ke Komisi A.

“Sehingga ini tidak bisa diproses secara kelembagaan,” ungkap Ayu.

Legislator Partai Golkar ini menambahkan, saat ini semua kegiatan dewan sementara ditiadakan, karena dampak pandemi Covid-19. “Intinya Komisi A tidak menghambat proses hearing dimohonkan pihak Astranawa,” ujar Ayu.

Oleh karenanya pihaknya meminta agar surat itu direvisi, nanti setelah wabah pandemi Covid-19 ini sudah reda, tentu Komisi A akan memprosesnya. “Jadi Komisi A akan melakukan koordinasi dengan Ketua DPRD Surabaya. Ini instansi, jadi kami akan menjawabnya juga secara institusi, bukan secara perorangan,” tukas Ayu. [ifw/but]

]]> Pisah Ranjang, Pria Ini Nekat Cabuli Anak Laki Dibawah Umur

https://ift.tt/2JiEPpV Fri, 27 Mar 2020 00:00:43 +0000 https://ift.tt/2WJ4Dnf Tuban (beritajatim.com) – Gara-gara sedang pisah ranjang dengan istrinya selama beberapa bulan terakhir ini, Muksin alias Yusak (40) warga  Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan akhirnya nekad menjadi seorang pedofilia dengan mencari korban anak-anak untuk di sodomi, Kamis (26/3/2020).

Tak tanggung-tanggung dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir ini, Yusak yang sudah berkali-kali nikah lalu pisahan itu sudah berhasil mendapatkan enam korban anak laki-laki yang semuanya masih di bawah umur. Semua korban yang telah dicabuli pria yang sudah dua kali cerai tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan diiming-iming diberikan pakaian oleh pelaku.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, kasus pencabulan dan juga sodomi yang dilakukan oleh Muksin atau Yusak itu berhasil diungkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Tuban setelah ada laporan dari pihak keluarga salah satu korban. Yang mana awalnya ada salah satu teman korban yang tidak pulang ke asrama sekolah selama beberapa hari lantaran terpikat dengan rayuan pelaku itu.

“Kasus itu terungkap, setelah salah satu orang tua teman korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Kasus ini merupakan kejahatan pedofilia dengan korbanya semua anak-anak dengan usia rata-rata 12 sampai 14 tahun,” ungkap AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Tuban saat melakukan press release pengungkapan kasus itu.

Petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban yang mendapatkan laporan dari pihak keluarga salah satu teman korban itu kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kos pelaku yang ada di Kelurahan Kutorejo, Kota Tuban. Pelaku pedofilia itu kemudian langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan itu pelaku mengaku sudah melakukan pencabulan itu terhadap enam korban anak-anak. Dari pemeriksaan juga diketahui bahwa pelaku mengakui melakukan tindakan asusila tersebut karena ingin melampiaskan nafsunya dikarenakan masalah broken home dengan istrinya,” papar Kapolres Tuban.

Adapun modusnya, pelaku yang mengaku sebagai penjual baju itu mencari mangsa anak-anak dari luar Tuban yang sedang berkunjung di Tuban dan sedang bermain di sekitar tempat ibadah. Kemudian pelaku berlaga sebagai orang yang baik dan nemberikan nomor telpon kepada korban dan meminta pada korban untuk menghubungi pelaku jika anak-anak itu sedang bermain di Tuban.

Aksi pencabulan terhadap anak-anak yang masih sesama jenis itu sudah dilakukan oleh Yusak itu sejak bulan Januari 2020 ini dengan korban yang berbeda-beda. Aksi pencabulan hingga sodomi terhadap anak-anak itu dilakukan pelaku di tempat kosnya dan juga di masjid saat korban tidak mau diajak ke tempat kosnya dan juga di mobil yang sedang parkir.

“Selain karena broken home, motif pelaku melakukan itu karena pelaku ini pernah menjadi korban waktu masih berusia 13 tahun, sehingga pelaku ingin melakukan apa yang pernah dia alami dan ingin balas dendam. Pelaku ini sudah tiga kali menikah dan belum punya anak, pernikahan pertama sah dan sudah cerai, kedua hanya nikas siri dan yang ketiga sah yang saat ini pisahan,” pungkasnya.

Sementara itu, atas perbuatannya itu, pria yang sudah dua kali masuk penjara gara-gara pencurian itu dikenakan Pasal 82 Jo Pasal 76 E UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000.[mut/ted]

]]> Antisipasi Penyebaran Virus Corona, PN Surabaya Gelar Sidang Online

https://ift.tt/3dyemmo Thu, 26 Mar 2020 15:34:24 +0000 https://ift.tt/2y5SWfU Surabaya (beritajatim.com) – Penyebaran virus corona semakin meluas, membuat instansi pemerintah menerapkan berbagai cara guna membantu menyelamatkan masyarakat dari virus mematikan ini. Namun disisi lain pelayanan terhadap masyarakat tetap bisa dilakukan.

Salah satunya adalah Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang menerapkan sidang secara online, hal itu sesuai dengan arahan Ketua Mahkamah Agung (KMA) sebagaimana tertuang dalam SEMA Nomer 1 Tahun 2020 serta surat dari Kementrian Hukum dan HAM tentang persidangan online.

“Maka hari ini telah dilaksanakan Rapat terbatas di ruang rapat lantai enam Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang dihadiri oleh pihak RUTAN Surabaya, Kejaksaan Surabaya dan Perak serta KPN Surabaya dan Humas, maka sidang telekonferences akan diupayakan mulai pada hari Senin tanggal 30 Maret 2020,” ujar ketua PN Surabaya, Nur Syam, Kamis (26/3/2020).

Adapun sidang online ini dilakukan dengan cara terdakwa tetap berada di Rutan sedangkan Jaksa, saksi, pengacara dan hakim tetap ada di ruang sidang PN Surabaya. “PN Surabaya, JPU dan Rutan sepakat mewujudkan sidang online (terdakwa tanpa hadir di ruang sidang),” tambahnya.

Menurut Nur Syam, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian aparat penegak hukum untuk mencegah meluasnya wabah virus corona.

Nur Syam menyatakan para tahanan sangat rentan dengan virus karena daya tahan tubuh mereka kurang vitamin dan pada umumnya para tahanan asupan gizi nya kurang dan istirahatnya kurang baik. “Para tahanan ini sangat rentan, karena rata-rata Rutan di wilayah hukum PN Surabaya over kapasitas melebihi 300%, maka harus diperketat interaksi dengan pihak luar rutan agar mereka tidak terpapar virus,” ujarnya.

Pelaksanaan sidang online ini lanjut Nur Syam akan diamati pelaksanaannya dan bila ada yang kurang baik maka akan dievaluasi, yang penting tujuannya adalah menyelamatkan masyarakat dari wabah. [uci/kun]

]]> Personil Polsek Tlanakan Tangkap Pemilik Sabu

https://ift.tt/2UIWUmv Thu, 26 Mar 2020 15:10:12 +0000 https://ift.tt/2UlsrMc Pamekasan (beritajatim.com) – Seorang pemuda inisial SN (28) warga Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, ditangkap petugas dari jajaran Polsek Tlanakan, karena kepemilikan barang haram berupa 1 klip sabu seberat 0,45 gram, Kamis (26/3/2020).

Penangkapan tersebut dilakukan di sebuah rumah makan di Jl Raya Ambat, Tlanakan, bersamaan dengan kegiatan Operasi Pekat Semeru 2020 yang digelar sejak beberapa hari terakhir. Di mana para petugas juga bergerak ke sejumlah tempat yang dianggap rawan terjadi tindak kriminal.

Bahkan penangkapan tersebut juga menjadi ungkap kasus kedua dalam tiga hari terakhir yang dilakukan jajaran Polsek Tlanakan, sebab sehari sebelumnya mereka juga mengamankan seorang pelaku yang menjual miras, Selasa (24/3/2020) kemarin.

“Hal ini tidak lepas dari kerjasama masyarakat dalam menciptakan suasana Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), sehingga kami bisa mengamankan dua pelaku, yakni kasus miras dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu,” kata Kapolsek Tlanakan, AKP Sahrawi.

Selain itu pihaknya juga mengapresiasi kinerja anggotanya yang berhasil mengungkap dua kasus berbeda dalam waktu relatif cepat. “Ini tentunya tidak lepas dari kerja keras anggota di lapangan, mereka sigap dan mampu meneruskan informasi yang didapat dari masyarakat,” pungkasnya. [pin/kun]

]]> Buron 2 Bulan, Pelaku Curanmor di Kapas Madya Ditangkap Polisi

https://ift.tt/3dyzHMj Thu, 26 Mar 2020 14:59:36 +0000 https://ift.tt/3dB8qZw Surabaya (beritajatim.com) – Sempat buron selama dua bulan, Avit Hermawan (27) akhirnya dibekuk di tempat persembunyiannya di rumah saudara di Madura. Maling motor di kawasan Kapas Madya Surabaya ini diringkus unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pelaku yang biasanya tinggal di Kapas Lor IV Surabaya ini, mengaku jika motor hasil curiannya dijual ke Madura dengan harga Rp 2 juta per unit.

“Avit ditangkap setelah sempat buron selama dua bulan setelah beraksi bersama temannya BM yang lebih dulu ditangkap Februari lalu. Kita tunggu dan incar pelaku usai dapat informasi jika pelaku sembunyi di Madura,” jelas Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Kamis (26/3/2020).

“Setelah mendapat informasi kalau pelaku pulang kampung, kami lakukan pengintaian hingga berhasil menangkap tersangka di sekitar rumahnya,” lanjut Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, pada saat ditangkap, Avit tak melawan. Ia pasrah ketika tiga anggota opsnal Resmob meringkusnya dengan cepat di rumahnya. Saat digeledah, di dalam kamar rumah tersangka, polisi menemukan satu buah gagang kunci leter T dan mata kunci yang sudah dipipihkan. Motor jupiter Z bernopol L 2806 QD milik tersangka yang digunakan sebagai sarana pun turut disita.

“Pengakuannya, ia sudah dua kali beraksi di Surabaya. Hasilnya dijual oleh BM ke wilayah Madura dengan harga 2 juta rupiah. Uangnya buat kebutuhan hidup. Selama ini tersangka kabur ke wilayah Madura,” tandas Arief.(man/kun)

]]> Polres Lumajang Dirikan Bilik Disinfektan

https://ift.tt/39kr70f Thu, 26 Mar 2020 12:53:50 +0000 https://ift.tt/3apDcCH Lumajang (beritajatim.com) – Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Polres Lumajang mendirikan sebuah bilik disinfektan bagi angggota dan pengunjung. Bilik sterilisasi dibangun semi permanen tak jauh dari pos pengamanan.

“Saya buat sebagai antisipasi bagi anggota dan pentunjung, tentunya saya pribadi,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP Adewita Negara pada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Masih kata dia, pihaknya tidak mau kecolongan, Polres jadi area persebaran. Selain meminta anggota berolahraga rutin setiap pagi dan memakai masker.

“Kami ini terus patroli untuk mengawasai kegiatan warga Lumajang pulang kampung dan kegiatan kerumunan,” jelasnya.

Kapolres meminta anggotanya setiap bertugas rajin cuci tangan dan ganti pakaian. Bahkan, sebelum pulang kerumah usai patroli dilakukan penyemprotan disinfektan. “Saya pantau benar, jangan sampai demi menjaga orang lain tertular, malah kita jadi korban, jaga jarak wajib untuk saat ini,” papar mantan Kapolresta Blitar.

Pengawasan aktifitas masyarakat, Polres Lumajang terus bersama anggota Kodim dan Puskesmas masing-masing kecamatan serta desa. (har/kun)

]]> Polda Jatim Amankan 11 Tersangka Sindikat Curanmor, 2 Diantaranya Ditembak Kakinya

https://ift.tt/2WP0ePp Thu, 26 Mar 2020 11:06:20 +0000 https://ift.tt/2UJuKYF Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 11 pelaku pencurian kendaraan bermotor berhasil diringkus tim Resmob Jogoboyo Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim yang dipimpin Kasubdit Jatanras, Kompol Oki Ahadian. Dari 11 tersangka tersebut, dua diantaranya ditembak kakinya karena melawan petugas.

Para tersangka ini melakukan perbuatannya diberbagai kota di Jawa Timur diantaranya, di Dusun Melati Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Yang terjadi Pada Kamis 19 desember 2019 dan Kamis 5 Desember 2019 di pinggir Jalan Brawijaya Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Barang bukti yang diamankan polisi diantaranya, buku panduan kendaraan, kunci mobil, hp, dompet, cabin mitsubishi L300 hitam, cabin canter warna kuning.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangie mengatakan, modus operandi pelaku ini, pelaku melakukan perbuatannya dengan cara mengambil mobil yang di parkir di garasi rumah. Dengan cara merusak pintu mobil dan merusak kontak mobil serta merusak gembok pintu pagar halaman toko.

” Saat melakukan aksinya, tersangka ini tidak segan – segan melukai korbannya dengan cara disabet menggunakan senjata tajam berupa (clurit),” ujar Kombes Pol Andreas, Kamis (26/3/2020).

Pengungkapan para pelaku ini berawal dari informasi masyarakat tentang keberadaan tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan dan pelaku curanmor mobil, kemudian tim opsnal unit III curanmor ditreskrimum polda jatim melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka Sugianto yang berada di rumahnya di Desa Plososari Grati, Pasuruan Kabupaten.

Dari hasil penangkapan Sugianto pada Selasa 25 Februari 2020 di dalam rumah tersebut, Sugianto bersama dengan tersangka Adi Kusworo dan dari penangkapan tersebut, lalu dikembangkan terhadap tersangka lain yang bernama Sutari yang menjadi penadah hasil kejahatan yang dilakukan Sugianto dkk dan petugas kembali mengembangkan tersangka lain dan dilanjutkan penangkapan terhadap Fauzi alias Ujik, Mukhamad Efendi, Ilham Wahyudi Ferry, Yermi, Edi, Aries dan Edi Sucipto. [uci/ted]

]]>

Sumber: Beritajatim.com

COMMENTS


loading...
Loading...

Share

$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=hide$snippet=hide$count=6$label=0

Loading...
Nama

Asusila,2,Curas,2,FOKUS,162,Insiden,4,KRIMINAL,1,Narkoba,3,RAGAM,1,Terorisme,3,
ltr
item
Kabar Kriminal
Kabar Kriminal
https://www.kabarkriminal.com/2020/03/warning-error-while-sending-query-packet.html
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/2020/03/warning-error-while-sending-query-packet.html
true
4690725287027830542
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy