IPW Minta Hukuman Tegas Bagi Novel Baswedan Dalam Kasus Sarang Burung Walet

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Keluarga korban pembunuhan, penembakan, dan penyiksaan yang diduga dilakukan Novel Baswedan perlu datang ke Jak...

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Keluarga korban pembunuhan, penembakan, dan penyiksaan yang diduga dilakukan Novel Baswedan perlu datang ke Jakarta pada minggu depan untuk melihat persidangan terakhir kasus Novel.

Hal ini perlu dilakukan, agar mereka bisa menyaksikan keadilan yang diperoleh Novel, sementara mereka tak kunjung mendapatkan keadilan meski keluarganya sudah dibunuh dan disiksa oleh Novel Baswedan.

Hal tersebut diutarakan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane kepada para wartawan melalui keterangan pers, Sabtu (20/6/2020).

Neta menilai, kedatangan para korban Novel itu diperlukan agar para elit hukum di Jakarta, terutama para pakar hukum dan aktivis HAM membela Novel secara membabi buta, terbuka mata hatinya.

“Dengan kedatangan para keluarga korban dan korban ini, IPW berharap, Novel boleh saja buta matanya akibat disiram pelaku yang kini disidang PN Jakut, tapi mata hati Novel jangan sampai buta, sehingga dia mau mempertanggungjawabkan kasus pembunuhan di Bengkulu,” kata Neta.

Saat mengadu ke Komisi III DPR beberapa waktu lalu, lanjut Neta, M Rusli Alimsyah mengatakan, dua temannya disuruh menghadap pantai oleh Novel.

“Lalu Ali yang berada di belakang Novel melihat Novel mengacungkan pistolnya dan tiba tiba mengarahkan laras pistolnya ke wajah Ali, baru kemudian menembak temannya yang menghadap pantai. Akibat ulah Novel, Yulian Yohanes meninggal dunia akibat kehabisan darah usai ditembak,” ujar penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi tersebut.

Neta berharap, para korban dan keluarganya datang ke Jakarta, selain menghadiri sidang kasus Novel, mereka perlu mendatangi Istana Presiden, KPK, Komisi III DPR, Komnas HAM, dan Kejaksaan Agung (Kejakgung) agar Jaksa Agung (Jakgung) segera melimpahkan kembali BAP perkara mereka karena sudah diregistrasi PN Bengkulu dengan Nomor Perkara 31/Pid.B/2016/PN.Bgl.

“Para korban dan keluarganya harus terus berjuang untuk mendapatkan keadilan. Sikap Jakgung yang mengabaikan perintah majelis prapradilan agar kasus Novel diselesaikan di PN Bengkulu adalah sebuah sikap arogansi yang membodohi sistem hukum di negeri ini,” tukas pria kelahiran Medan, 55 tahun yang lalu ini.

Menurut Neta, sikap Jakgung ini bertentangan dengan adagium hukum, restitutio in integrum, yaitu hukum seharusnya menjadi instrumen untuk memulihkan kekacauan di masyarakat.

“Jakgung telah mencoreng wajah hukum di negara ini, dan ini tentunya telah melecehkan harapan masyarakat yang berharap hukum hadir sebagai panglima,” tuturnya.

Jika tak kunjung melimpahkan BAP Novel ke PN Bengkulu, tambah Neta, Jakgung tidak layak menjadi seorang penegak hukum.

“Untuk itu korban dan keluarga korban harus meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk ikut turun tangan terhadap persoalan ini, sebab hukum seakan sudah dibuat buta,” imbuh mantan WA pemred Harian Jakarta ini.

Sebab di dalam UU, jelas Neta, Kejaksaan disebutkan sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara dan pimpinan lembaga kejaksaan adalah bagian dari badan pemerintahan.

“Jadi, korban dan keluarga korban perlu meminta presiden sebagai pimpinan eksekutif tertinggi untuk turun tangan,” terangnya.

Akibat Kasus Bengkulu ini, tambah Neta, bukan hanya anggota masyarakat yang telah dibunuh yang diduga dilakukan Novel, tapi hukum dan rasa keadilan juga sudah dibunuh akibat kasusnya tidak dituntaskan di pengadilan,” ucapnya.

Dalam kasus Bengkulu ini, Neta berharap, Presiden Jokowi mau turun tangan agar ada rasa percaya dari masyarakat terhadap pemerintahan saat ini, sebab ada sebuah upaya untuk melindungi Novel yang berlindung di balik nama besar KPK.

“Sudah pasti ini ada akal-akalan di belakang semua ini. KPK dimanfaatkan tersangka pembunuhan. Ini adalah sebuah penyalahgunaan wewenang sebagai aparatur negara dimana tersangka pembunuhan dibiarkan petantang petenteng hingga tidak tersentuh hukum,” tandasnya.

Untuk itu, Saran Neta, Presiden harus mengarahkan kemudi hukum ke arah yang benar.

“Hukum harus jadi panglima dan Presiden harus segera memerintahkan Jaksa Agung melimpahkan BAP Novel ke PN Bengkulu. Jika Jaksa Agung tidak mau Presiden harus segera menggantinya,” pungkas mantan Redpel Koran Aksi Jakarta tersebut.

Kasus penyiksaan para pencuri sarang burung walet yang diduga dilakukan Novel Baswedan sendiri terjadi pada 2004 silam.

Para korban penyiksaan itu, adalah: Irwansyah Siregar, Doni, Rusli Aliansyah, Dedi Nuryadi, dan Yulian Yohannes.

Diduga, selama lima jam mereka disiksa. Selain dipukul dan disetrum kemaluannya, para korban juga ditembak.

Peristiwa ini terjadi di Pantai Panjang Bengkulu, pukul 23.00. Usai ditembak mereka masih disiksa dan baru diinterogasi hingga pukul 05.00 WIB.

Mereka tidak mendapatkan pengobatan meski dibawa ke rumah sakit. (Daniel)



Sumber: Portalkriminal.id

COMMENTS


loading...
Loading...

Share

$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=hide$snippet=hide$count=6$label=0

Loading...
Nama

Asusila,2,Curas,2,FOKUS,152,Insiden,4,KRIMINAL,1,Narkoba,3,RAGAM,1,Terorisme,3,
ltr
item
Kabar Kriminal: IPW Minta Hukuman Tegas Bagi Novel Baswedan Dalam Kasus Sarang Burung Walet
IPW Minta Hukuman Tegas Bagi Novel Baswedan Dalam Kasus Sarang Burung Walet
Kabar Kriminal
https://www.kabarkriminal.com/2020/06/ipw-minta-hukuman-tegas-bagi-novel.html
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/2020/06/ipw-minta-hukuman-tegas-bagi-novel.html
true
4690725287027830542
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy