Rekonstruksi Pembunuhan Serta Mutilasi Manajer, Korban Sempat Melawan

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi, terhadap Manajer HRD PT Jaya ...

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi, terhadap Manajer HRD PT Jaya Obayashi, Rinaldi Harley Wismanu (33), oleh kedua pelaku yang merupakan pasangan kumpul kebo yakni Djumadil Al Fajri (26) dan Laeli Atik Supriyatin (27), Jumat (18/9/2020) sore.

Rekonstruksi yang semestinya dilakukan di 13 lokasi tempat kejadian perkara (TKP), akhirnya dilakukan di dua lokasi atas pertimbangan jarak dan waktu.

Dua lokasi itu adalah di Mapolda Metro Jaya untuk 12 TKP, dan satu TKP lagi di lokasi sebenarnya di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

Ada 37 adegan yang diperagakan dua tersangka dalam rekonstruksi iru.

Adegan pertama, kedua tersangka merencanakan pemerasan dan pembunuhan di kamar kostnya di Depok, Jawa Barat. Rencananya korban akan dijebak secara seksual oleh pelaku.

Adegan kedua, tersangka Laeli dan korban melakukan komunikasi dengan saling chating melalui pesan aplikasi Tinder pada 5 September. Adegan ketiga, kedua pelaku memesan kamar Apartemen Pasar Baru Mansion melalui aplikasi reddoorz.

Pada adegan ke 4, korban dan pelaku bertemu di kopi kenangan di stasiun Juanda, Jakarta Pusat, 9 September 2010.

“Pada adegan kelima, tersangka DAF menunggu di dalam kamar mandi dengan menyiapkan batu bata dan gunting. Saat menunggu, tersangja LAS tengah bertemu dengan korban di Kopi Kenangan,” kata penyidik saat rekonstruksi di Mapolda Metro Jaya, Jumat.

Adegan ke enam sekitar pukul 19.30 malam, tersangka Laeli dan korban menuju ke dalam kamar Apartemen Pasar Baru Mansion.

Selanjutnya, pada adegan ke tujuh tersangka LAS dan korban langsung melakukan hubungan badan di atas kasur.

Polisi menggunakan peran pengganti korban yaitu salah satu anggota Resmob dalam rekonstruksi itu.

“Posisinya dia ada di atas saya. Hadapnya belakangin kamar mandi. Sementara dia (Fajri) masih di dalam kamar mandi,” kata Laeli saat rekonstruksi.

Adegan ke delapan, tersangka DAF alias Fajri, keluar dari kamar mandi  tanpa sepengetahuan korban, dan melihat korban sedang berhubungan badan dengan Laeli.

Adegan ke sembilan, tersangka Fajri memukul korban pada bagian kepala dengan batu bata hingga terkapar dan setelah itu langsung menindih dada korban. Sementara Laeli berlari ke dalam kamar mandi untuk bersembunyi.

Pada adegan ke sepuluh, Fajri memeras korban karena telah meniduri Laeli yang disebutnya istri. Fajri meminta sejumlah uang ke korban. Namun korban menolak memberikan uang, karenanya DAF memukul pelipis kiri korban dengan batu bata.

“Pada adegan ke 11 tersangka DAF menusuk korban dengan gunting di bagian kepala sebanyak 1 kali,” kata penyidik. 

Pada adegan ke 12, korban sempat berusaha melarikan diri dengan cara memberontak dari tindihan Fajri. Korban sempat hendak berlari ke arah pintu keluar kamar. Namun Fajri, kembali menusukkan guntingnya ke arah pinggang sebelah kiri korban. 

“Adegan ke-13, korban ditarik dan ditengkurapkan lagi oleh tersangka DAF ke tempat tidur. Tersangka LAS, keluar dari kamar mandi. Dalam posisi korban ditindih DAF, LAS menanyakan PIN HP korban,” kata penyidik.

Dalam rekonstruksi tersangka DAF sempat mengoreksi posisi adegan usai menengkurapkan korban. 

“Sebentar pak, jadi satu tangannya korban ini saya piting pake kaki saya. Satu tangan lagi saya pegang,” katanya.

Korban pun sempat tidak mau memberikan kode PIN HPnya kepada kedua tersangka. 

Karenanya tersangka DAF semakin ganas menusukan gunting ke tubuh korban beberapa kalim

“Adegan ke-14 tersangka LAS kembali menanyai pin HP ke korban sebanya dua kali. Permintaan kedua, korban akhirnya memberikan pin kode HP nya karena berharap pelaku tidak lagi menusuknya. Namun tak lama korban tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia,” kata penyidik. 

Pada adegan ke 15, kedua tersangka menutup muka korban dengan baju karena berlumuran darah. Kaki korban juga dikat tali rafia oleh tersangka DAF dan memindahkan jenasahnya ke dalam kamar mandi.

“Adegan ke 16 tersangka kemudian keluar untuk membeli peralatan mutilasi ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah itu korban ditinggal tiga hari di dalam kamar, sampai 11 September. Pada adegan 16 B, pelaku mulai memutilasi korban 12 September dini hari. Dimana tersangka DAF memutilasi kaki kiri dan kanan. Pemutilasian dilakukan di bagian lutut kiri dan kanan, menggunakan pisau daging,” papar penyidik.

Adegan ke 17, tersangka Laeli menguasai harta milik korban karena sudah mengetahui nomor passwod telepon korban. 

Di dalam HP itu ada beberapa catatan penting korban seperti Pin ATM dan lainnya. Uang korban sempat diambil Lael8 di Indomaret Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Adegan ke 18, setelah ambil uang, kedua tersangka pergi ke Pasar Minggu, Jakarta Seladan untuk membeli pisau pemotong daging. 

Adegan ke-19, dari Pasar Minggu keduanya ke Mal Graha Cijantung, Jakarta Timur untuk membeli perhiasan emas, menggunakan uang korban.

Pada adegan ke 20, Jumat 11 September mereka memesan kamar di Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan lantai 16 kamar 16 AB. Adegan ke 21 sampai 23 keduanya membawa koper dan tas berisikan bagian tubuh korban ke kamar aparteman Kalibata City menggunakan taksi onlen. Dimana koper warna merah muda, disimpan di bagian luar di balkon. 

Adegan ke 24, dua tersangka membeli beberapa perlengkapan lagi untuk mutilasi termasuk gergaji besi. Juga membeli cat pilox putih dan cat lainnya untuk menutupi bercak darah di tembok kamar apartemen.

Adegan ke 25, tersangka memberi koper hitam di Pasar Senen, Jakarta Pusat untuk bagian potongan tubuh korban, setelah itu, membeli sepeda motor N-Max seharga Rp, 20 juta menggunakan uang korban. 

Adegan ke 29 tersangka membawa satu koper lagi yang berisikan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City, hingga adegan 31.

Adegan ke 32 dari garasi motor Jakarta Timur pelaku ke Pasar Jatinegara untuk membeli bed cover, dan sarung bantal untuk mengganti yang ada di apartemen kamar karena sudah penuh darah.

Adegan ke 33 sampai 35, ransel dan koper yang berisikan potongan tubuh korban ditaburkan kopi. Lalu adegan ke 36, kedua tersangka ke toko bangunan di Tapos Depok, membeli skop, pacul, ember semen, semen 1 sak, dan sendok semen untuk menguburkan korban.

“Adegan terakhir Ke- 37 kedua tersangka sudah menyiapkan sebuah lubang dengan menggunakan cangkul di rumah kontrakan di Perumahan Permata Cimanggis, Tapos, Depok, yang sehari sebelumnya mereka sewa. Lubang kuburan disiapkan di belakang rumah,” kata penyidik.

Sebelum Dimutilasi, Jenasah  Manajer HRD Dibiarkan 3 Hari di Kamar Apartemen Pasar Baru Mansion

Ini 6 Fakta Baru Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Manajer HRD yang Terungkap Usai Rekonstruksi 

WARTA KOTA, SEMANGGi

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan penyidik Subdit Resmob Polda Metro Jaya mendapati enam fakta baru dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Rinaldi Harley Wismanu (33), Manajer HRD PT Jaya Obayashi, yang dilakukan pasangan kumpul kebo Djumadil Al Fajri (26) dan Laeli Atik Supriyatin (27).

Enam fakta baru itu kata Calvijn didapat setelah penyidik melakukan rekonstruksi kasus tersebut di dua lokasi berbeda yakni di Mapolda Metro Jaya dan di apartemen Pasar Baru Mansion Jakarta Pusat Jumat (18/9/2020) sore.

Rekonstruksi menghadirkan kedua tersangka untuk memperagakan semua kejadian lewat keterangan yang mereka sebutkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Ada sekitar 37 adegan yang diperagakan dua pelaku dalam rekonstruksi kasus itu, dan terdapat 13 lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Calvijn 6 fakta baru yang terungkap dalam rekonstruksi itu, semakin mempertegas fakta dan tindak kejahatan yang dilakukan kedua pelaku.

Calvijn merinci 6 fakta baru itu.

“Pertama, perencanaan yang dilakukan kedua tersangka di rumah kosan mereka di Depok, merencanakan awalnya untuk melakukan pemerasan kepada calon korban yang akan diperdaya melalui aplikasi Tinder, dan dipancing melakukan persetubuhan. Lalu tersangka lelaki akan mengaku sebagi suami dan memergoki mereka untuk msmeras korban. Apabila pemerasan tidak terjadi dilakukan sampai eksekusi,” papar Calvijn.

Ini artinya kata dia, tidak ada rencana mutilasi terhadap koban. “Mutillasi baru muncul, saat kedua pelaku kebingungan membawa jenasah korban keluar dari kamar Apartemen Pasar Baru Mansion, dimana korban dibunuh,” kata Calvijn.

Fakta baru kedua katanya adalah sebelum korban dieksekusi atau dibunuh, tersangka meminta paksa PIN ATM korban dan password HP korban.

“Dari HP korban itu akan jadi pintu masuk ke berbagai macam properti lain korban untuk menguras isi rekening ATM dan kartu kredit korban,” katanya.

Ssbab di HP korban, tambah Calvijn ada berbagai catatan password untuk mengambil uang di rekening dan kartu kredit korban.

“Fakta baru ketiga adalah bahwa sebelum DAF memutilasi jenasah korban, dia belajar memutilasi dengan melihat atau melalui media sosial YouTube. Sebab rencana awal mereka tidak melakukan ini. Tapi mereka kebingungan mencari cara agar korban dibawa keluar TKP, jadi dimutilasi,” katanya.

Fakta keempat kata Calvijn, adalah bahwa jenasah korban sudah lima hari di dalam kamar apartemen Pasar Baru Mansion, sejak korban dibunuh 9 September.

“Tiga hari, mulai tanggal 9 sampai 11 September, jenasah dibiarkan begitu saja di kamar mandi apartemen. Lalu dua hari berikutnya pada 12 dan 13 September, dilakukan mutilasi atas jenasah korban,” katanya.

“Fakta kelima, terungkap bahwa setelah dimutilasi, ada dua tahap pengiriman jenasah mutilasi, ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, dengan dua koper dan satu ransel. Koper pertama dan satu ransel adalah milik pelaku. Sementara satu koper lagi dibeli pelaku untuk membawa potongan jenasah korban yang tersisa karena tidak muat di koper dan ransel sebelumnya,” katanya.

Sementara fakta ke enam atau yang terakhir, kata Calvijn, bahwa saat penangkapan kedua pelaku oleh polisi pada 16 September sore, di rumah kontrakan mereka di Perumahan Permata Cimanggis, Tapos, Depok, diketahui kedua pelaku sudah merencanakan dan mengubur jenasah mutilasi korban di belakang rumah kontrakan mereka pada 17 September.

“Dari semua rangkaian ini terlihat begitu rapi, dan dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pembersihan lokasi,” katanya.

Sebelumnya Calvijn mengatakan ada 4 TKP besar dalam kasus ini.

“Pertama adalah TKP perencanaan dilakukan di rumah kos-kosan kedua tersangka, di Depok. Di sana mereka merencanakan untuk menguasai harta korban hingga mengeksekusinya,” kata Calvijn, Jumat (18/9/2020).

TKP kedua katanya adalah lokasi pelaksanaan atau eksekusi yakni di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

“Lalu TKP 3 dan TKP 4 adalah lokasi paska pelaksanaan. Yakni di Apartemen Kalibata City, tempat packaging atau penempatan sementara jenasah korban yang dimutilasi dan keempat di rumah kontrakan yang mereka sewa di Perumahan Permata Cimanggis, Depok, untuk mengubur jenasah korban yang sudah dimutilasi,” katanya.

Sarjana Kimia

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan tersangka Laeli Atik Supriyatin (27), ternyata adalah seorang Sarjana Kimia lulusan Universitas Indonesia (UI).

“Identitas pelaku atau tersangka LAS ini adalah seorang Sarjana dari universitas terkenal di Jakarta. Dia ini Sarjana MIPA atau Kimia,” kata Yusri.

Karenanya menurut Yusri pelaku pernah bekerja di sebuah perusahaan besar.

“Kemudian selama kuliah, karena dia ini anak pintar, pernah ikut Olimpiade Kimia tingkat provinsi,” kata Yusri.

Selama ini tambah Yusri Laeli juga mengajar sejumlah mahasiswa di bekas kampusnya di UI dan beberapa kampus lain. 

“Namun karena belakangan ini pandemi, yang bersangkutan tidak lagi melakukan aktifitas itu sehingga mengalami desakan ekonomi,” ujar Yusri.

Ditambah lagi kata Yusri, pasangan kumpul kebonya yakni Djumadil Al Fajri (26) adalah pengangguran. “DAF hanya pernah bekerja ojek online,” katanya.

Dari desakan ekonomi inilah ujar Yusri, akhirnya Laeli dan Fajri melakukan perencanaan untuk melakukan pemerasan dan penipuan kepada korban hingga mengeksekusi dan memutilasinya.

Yusri menjelaskan dalam rekonstruksi kasus ini ada 37 adegan yang telah diperagakan oleh kedua pelaku.

“Dalam rekonstruksi ada 13 TKP atau tempat kejadian perkara, dengan sedikitnya 37 adegan yang akan diperagakan dua tersangka,” kata Yusri, Jumat (18/9/2020).

Namun kata Yusri, karena pertimbangan waktu dan jarak lokasi, maka adegan di 12 TKP, akan dilakukan di Mapolda Metro Jaya. Sementara satu TKP lagi yakni di lokasi sesungguhnya di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

Dalam rekonstruksi di Mapolda Metro Jaya, terungkap bahwa saat Fajri menghantam kepala korban dengan batu bata 3 kali, korban yakni Rinaldi, masih sadarkan diri meski terkapar.

Saat itu Rinaldi diketahui sedang berhubungan badan dengan Laeli, tersangka lainnya.

Rinaldi yang tergeletak langsung ditindih.oleh Fajri.

“Kepada korban, pelaku DAF alias Fajri beralasan telah memergoki pelaku berhubungan badan dengan istrinya. Sehingga pelaku Fajri memeras dan meminta uang pada korban,” katanya.

Dari sana korban bersedia memberikan uang yang diminta tetapi uang di dalam rekening ATM.

Akhirnya pelaku memaksa korban memberikan nomor pin ATM, jika tidak ingin dilukai pelaku yang mengancam dengan batu bata dan pisau.

Karena ketakutan, koban pun memberikan nomor pin ATM ke pelaku.

Naasnya, mesti memberikan nomor pin ATM, korban tetap dibunuh oleh pelaku dengan 7 tusukan di tubuhnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dalam rekonstruksi ini ada 37 adegan yang akan diperagakan oleh kedua pelaku.

“Dalam rekonstruksi ada 13 TKP atau tempat kejadian perkara, dengan sedikitnya 37 adegan yang akan diperagakan dua tersangka,” kata Yusri, Jumat (18/9/2020).

Namun kata Yusri, karena pertimbangan waktu dan jarak lokasi, maka adegan di 12 TKP, akan dilakukan di Mapolda Metro Jaya. Sementara satu TKP lagi yakni di lokasi sesungguhnya di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

“Seperti diketahui bahwa di apartemen di Pasar Baru itulah, korban dibunuh dan dimutilasi pelaku,” kata Yusri.

Rekonstruksi di Mapolda Metro Jaya sendiri telah rampung digelar dan dilanjutkan di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakata Pusat, Jumat sore.

Seperti diketahui, pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap manajer HRD perusahaan kontraktor PT Jaya Obayashi, Rinaldi Harley Wismanu (32) adalah pasangan kumpul kebo DAF (26) alias Fajri dan LAS alias Laeli.

Pelaku membunuh korban dan memutilasinya di kamar apartemen sewaan di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, pada 9 September lalu.

Keduanya dibekuk dari rumah yang baru mereka kontrak di Perumahan Permata Cimanggis, RT 2/RW 20, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 16.30.

Motif pelaku dipastikan ingin menguasai harta korban atau uang di rekening ATM korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan usai membunuh dan memutilasi korban, tersangka LAS alias Laeli, kemudian mengecat atau mewarnai rambut hitam sebahunya menjadi pirang, untuk menghilangkan jejak atau agar tak dikenali.

“Jadi tersangka LS alias Laeli ini sengaja menngecat rambutnya menjadi warna pirang untuk menghilangkan jejak. Sehingga tidak ada yang mengenalinya. Jadi dia ingin merubah penampilannya,” kata Nana, Kamis (17/9/2020).

Dengan merubah penampilan, kata Nana, Laeli berharap tidak dikenali siapa pun terutama teman korban. 

Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis sore, DAF dan LAS juga dihadirkan ke hadapan wartawan.

Keduanya mengenakan baju tahanan warna oranye dengan kedua tangan diborgol ke depan. LAS tampak berambut pirang dan kerap menutupi wajahnya dengan rambut sebahunya itu.

DAF yang ditembak di kedua kakinya karena berupaya kabur saat ditangkap, menggunakan kursi roda. Ia juga kerap menundukkan wajahnya sepanjang konferensi pers.

Sementara LAS yang mengecat rambut sebahunya menjadi pirang juga melakukan hal sama. Ia kerap menundukkan wajahnya dan menutupinya dengan rambut pirangnya.

Nana menjelaskan setelah membunuh korban kedua pelaku berhasil menguras uang di rekening ATM korban senilai Rp 97 Juta.

Uang itu kata Nana, diantaranya dibelikan 11 emas batangan Antam dengan total seberat 26 gram, sepeda motor Yamaha N-Max, dua laptop Asus abu-abu, juga perhiasan berupa 2 cincin Emas Bulgri, satu emas carties, dan satu Ipod.

Selain itu, kata dia pelaku juga membeli 1 Handphone Iphone X warna hitam, 1 dompet merk Charles and Keith, 1 HP merk Vivo Y20, dan satu buah jam tangan merk Tissot 1853 TISSOT.

“Tersangka DAF ini perannya sebagai eksekutor atau yang membunuh korban serta memutilasinya. Sementara LAS perannya mengajak korban Rinaldi untuk bertemu dan menyewa apartemen di Pasar Baru, Jakarta Pusat,” kata Nana.

Menurut Nana, korban Rinaldi dan LAS sudah saling mengenal lewat aplikasi mencari jodoh, Tinder, sejak setahun lalu.

“Mereka mengenal dan sering chatting di aplikasi tinder,” kata Nana.

Dari sana LAS meminta nomor WhatsApp (WA) korban untuk mempermudah komunikasi. “Mereka yakni LAS dan korban, akhirnya sering chatting lewat WA,” tambah Nana.

Kemudian katanya pada 5 September, LAS dan Rinaldi kembali berkomunikasi. “Mereka janjian bertemu pada 7 September di Apartemen Pasar Baru,” kata Nana.

Saat itu kata Nana, LAS ingin meminjam uang Rp 2 Juta kepada korban untuk keperluan sehari-hari, Korban pun bersedia bertemu pada 7 September.

“Tanggal 7 September keduanya bertemu dan menyewa satu kamar Apartemen Pasar Baru Mansion di Jakarta Pusat. Mereka menyewa sampai tanggal 12 September,” kata Nana.

Setelah bertemu di sana, korban dan LAS berpisah. Sejak awal kata Nana apa yang dilakukan LAS dengan Rinaldi diketabui oleh DAF.

“DAF ini adalah pacar LAS. Mereka sudah merencanakan untuk menghabisi Rinaldi. Sebab LAS tahu bahwa korban ini memiliki finansial lebih atau orang berada” kata Nana.

Kemudian kata Nana, pada 9 September LAS dan Rinaldi kembali janjian bertemu dan bersama-sama masuk ke kamar Apartemen Pasar Baru Mansion yang sudah disewa sebelumnya.

“Namun sebelum LAS dan korban masuk, tersangka DAF sudah mendahului masuk ke kamar apartemen dan bersembunyi di kamar mandi,” kata Nana.

Kemudian tambah Nana, korban dengan tersangka LAS sempat berbincang di kamar apartemen.

“Setelah berbincang, korban dan LAS kemudian berhubungan. Ketika keduanya berhubungan itulah, tersangka DAF keluar dari kamar mandi dan menghantamkan batu bata yang sudah disiapkan ke kepala korban sebanyak 3 kali. Lalu menusuk tubuh korban dengan pisau 7 kali hingga korban meninggal dunia,” kata Nana.

Setelah korban meninggal dunia kata Nana, keduanya sempat kebingungan untuk membuang dan menyembunyikan jenasah korban.

“Kemudian keduanya sepakat memotong-motong tubuh korban untuk memutilasinya,” kata Nana.

Keduannya kata Nana sempat keluar apartemen untuk membeli golok dan gergaji guna keperluan memutilasi tubuh korban.

“Jenasah korban sempat mereka pindahkan dari tempat tidur ke kamar mandi di apartemen itu,” ujarnya.

Setelah membeki golok dan gergaji mereka kembali ke apartemen dan melakukan mutilasi. “Ini salah satu kejahatan yang sangat keji yang mereka lakukan. Jenasah dimutilasi menjadi 11 bagian dimasukkan ke dalam tas kresek. Lalu disimpab di dua koper dan satu ransel,” katamya.

Jenasah korban yang dimutilasi itu kata Nana kemudian di bawa pelaku menggunakan mobil taksi onlen ke apartemen Kalibata City yang juga disewa pelaku. “Di sana di lantai 16 apartemen Kalibata City, jenasah mutilasi mereka simpan,” kata Nana.

Para pelaku kata Nana, emudian mencari rumah kontrakan dan mendapatkanya di Perumahan Permata, Tapos, Depok.

“Di rumah kontrakan itu, kedua pelaku berencana mengubur jenasah korban yang dimutilasi untuk menghilangkan jejak,” katanya.

Di belakang rumah kontrakan di Tapos, Depok itulah kata Nana, pelaku sudah sempat membuat lubang untuk mengubur jenasah korban.

“Namun keduanya berhasil kami tangkap di Perumahan Permata Cimanggis, Tapos, Depok itu pada Rabu 16 September 2020 kemarin,” kata Nana.

Saat dibekuk katanya DAF sempat berupaya melarikan diri. “Sehingga kami lakukan tindakan tegas dan terukur melumpuhkan pelaku dengan timah panas,” ujarnya.

Terhadap kedua pelaku kata Nana dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya korban. 

“Ancaman hukumannya maksimal pidana mati, atau seumur hidup atau sekurangnya pidana penjara hingga 20 tahun,” kata Nana.

Dua pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldi, sempat mengaku pasangan suami istri saat akan menyewa  rumah kontrakan di Perumahan Permata, Tapos, Depok, tempat dimana keduanya dibekuk.

Kedua pelaku dibekuk dari rumah yang baru mereka kontrak di Perumahan Permata Cimanggis, RT 2/RW 20, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 16.30.

Menurut warga, saat dibekuk, pasangan kekasih itu sempat mencoba kabur dari belakang rumah dan naik ke genteng rumah tetangganya. Namun karena rumah mereka sudah dikepung petugas, upaya mereka gagal. Keduanya tampak pasrah saat ditangkap.

Penangkapan kedua pelaku sempat menjadi tontonan warga.

Hal itu dikatakan Arnet Kelmanutu (30) warga sekitar yang turut menyaksikan penangkapan kedua pelaku.

“Pelaku prianya, waktu ditangkap dari atas genteng rumah tetangga, masih pakai handuk. Sementara yang perempuan pakai baju terusan. Pelaku perempuan rambutnya agak pirang,” kata Arnet Kelmanutu (30), warga Perumahan Permata Cimanggis, Depok, saat dihubungi Warta Kota, Kamis (17/9/2020).

Menurut Arnet dari informasi petugas saat itu yang datang dengan 3 mobil, kedua pelaku yang dibekuk adalah pelaku pembunuhan. “Tapi warga gak tahu pembunuhan dimana,” katanya.

Setelah ditangkap, kata Arnet, rumah kontrakan pelaku dipolice line oleh petugas. “Sehingga warga gak berani masuk,” katanya.

Menurut Arnet, sekira pukul 22.00 malam, petugas Subdit Resmob Polda Metro Jaya, kembali datang ke lokasi penangkapan di rumah kontrakan itu, dengan membawa kedua pelaku. “Kata petugas, mereka lakukan reka ulang penangkapan dan memeriksa kondisi rumah kontrakan,” katanya.

“Malam itu baru diketahui informasi, bahwa keduanya adalah pelaku pembunuhan dan mutilasi seorang pria yang jenasahnya ditemukan di Apartemen Kalibata City,” kata Arnet.

Arnet menjelaskan dari keterangan ketua RT dan pemilik kontrakan, kedua pelaku mulai mengontrak di rumah itu, sejak Senin (14/9/2020) atau dua hari sebelum ditangkap.

“Hari Senin itu, mereka ke Pengurus RT dan sempat diminta surat keterangan hasil swab test, KK, dan KTP mereka, sebelum tinggal di sama. Mereka mengaku suami istri, dan pindahan dari Apartemen Kalibata City,” kata Arnet.

Mereka kata Arnet, kembali datang ke rumah kontrakan, Rabu (16/9/2020) siang, dan sempat berbincang dengan pengurus lingkungan setempat.

“Tapi baru berapa jam mereka di rumah kontrakan, tim dari Polda Metro Jaya datang dan langsung menangkap keduanya yang sempat mau kabur,” ujar Arnet.(np)



Sumber: Portalkriminal.id

COMMENTS


loading...
Loading...

Share

$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=hide$snippet=hide$count=6$label=0

Loading...
Nama

Asusila,2,Curas,2,FOKUS,200,Insiden,4,KRIMINAL,1,Narkoba,3,RAGAM,1,Terorisme,3,
ltr
item
Kabar Kriminal: Rekonstruksi Pembunuhan Serta Mutilasi Manajer, Korban Sempat Melawan
Rekonstruksi Pembunuhan Serta Mutilasi Manajer, Korban Sempat Melawan
Kabar Kriminal
https://www.kabarkriminal.com/2020/09/rekonstruksi-pembunuhan-serta-mutilasi.html
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/2020/09/rekonstruksi-pembunuhan-serta-mutilasi.html
true
4690725287027830542
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy