Ini Alasan Junaidi Gorok Terapis Pijat

Surabaya (beritajatim.com) – Ahmad Junaidi Abdillah, terdakwa kasus pembunuhan seorang terapis cantik bernama Ika Puspita Sari diperik...

Surabaya (beritajatim.com) – Ahmad Junaidi Abdillah, terdakwa kasus pembunuhan seorang terapis cantik bernama Ika Puspita Sari diperiksa sebagai Terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin(12/10/2020).

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra, dihadapan majelis hakim yang diketuai Muhammas Basir, terdakwa menceritakan awal mula dia kenal dengan korban sampai dia akhirnya menghabisinya. “Saya kenal melalui me chat, kemudian saya booking untuk kencan. Dalam kesepakatan saya bayar Rp 800 ribu,” ujar Junaidi dalam keterangannya.

Junaidi menyebut, sebelum dia mengencani korban terlebih dahulu disepakati aturan main bahwa bisa dilakukan dua kali kencan dengan dilakukan nego kembali. Setelah deal, kemudian antara Terdakwa dan korban sepakat untuk kencan pada Selasa malam tanggal 21 April 2020 di apartemen puncak permai jalan Darmo Permai.

Usai ngobrol dan kemudian dilanjutkan kencan, usai istirahat Terdakwa kemudian ngajak main lagi. Korban menolak. Kemudian korban minta dibayar, dan Terdakwa membayar Rp 250 ribu. Alasannya karena baru main sekali. “Korban menolak dan minta tambah lagi menjadi Rp 500 ribu. Saya jawab kalau mau uang Rp 500 ribu ambil tapi main lagi. Kemudian korban menolak dengan alasan capek,” ujarnya.

Terdakwa merasa tersinggung ketika korban dengan nada tinggi menyatakan “Kalau ga bisa bayar ga usah main, masih banyak tamu yang lain”.

“Kemudian kami ribut, korban merampas hp saya dan kemudian dibanting. Emosi saya semakin naik. Kemudian saya melihat ada pisau dapur di meja dekat sofa, saya ambil kemudian saya gorok leher sebelah kiri korban,” ucap Terdakwa.

Menurut Terdakwa, korban sempat melawan. Korban yang awalnya di sofa kemudian posisi berubah ke lantai. Dengan posisi tidur, Terdakwa kemudian menggorok lagi leher korban sampai korban lemas dan tak berdaya. “Saya kemudian ambil baju dan mengambil dua HP korban. Kemudian saya lari,” ujarnya.

Sebelum lari, Terdakwa masih sempat mencuci pisau. Dan dia melihat korban masih hidup kemudian dia tinggalkan dengan keadaan terkunci di kamar. Usai sidang kuasa hukum Terdakwa yakni Qemal Candra Maulana menyatakan jika kliennya melakukan pembunuhan tersebut karena spontan bukan direncanakan.

“Jadi klien kami disini melakukan pembunuhan karena spontan bukan direncanakan. Jadi lebih karena sakit hari atas apa yang diucapkan korban,” ujarnya. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti meminta waktu satu minggu untuk menuntut Terdakwa. [uci/suf]





Sumber: Beritajatim.com

COMMENTS


loading...
Loading...

Share

$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=hide$snippet=hide$count=6$label=0

Loading...
Nama

Asusila,2,Curas,2,FOKUS,162,Insiden,4,KRIMINAL,1,Narkoba,3,RAGAM,1,Terorisme,3,
ltr
item
Kabar Kriminal: Ini Alasan Junaidi Gorok Terapis Pijat
Ini Alasan Junaidi Gorok Terapis Pijat
https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG_8934-12-10-20-07-20-300x225.jpeg
Kabar Kriminal
https://www.kabarkriminal.com/2020/10/ini-alasan-junaidi-gorok-terapis-pijat.html
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/2020/10/ini-alasan-junaidi-gorok-terapis-pijat.html
true
4690725287027830542
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy