Kasih Jimat, Ritualnya ‘Orang Pintar’ Ini Malah Cabuli Korban

Sidoarjo (beritajatim.com) – Moh Khodar (53), asal Menganti, Kabupaten Gresik, berhasil diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak...

Sidoarjo (beritajatim.com) – Moh Khodar (53), asal Menganti, Kabupaten Gresik, berhasil diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo, karena tega mencabuli anak dibawah umur, yakni sebut saja Bunga (16) di kawasan Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Hardi Yudha mengatakan, Khodar diringkus setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban yang tidak menerimakan perbuatan tersebut. “Kami amankan berdasarkan laporan dari orang tua korban,” katanya, Jumat (16/10/2020).

Ambuka menceritakan, perbuatan cabul itu bermula saat tersangka yang mengaku sebagai ‘orang pintar’ memberi korban sebuah jimat berupa cambuk kecil yang terbuat dari tembaga dan menyuruh korban agar membawanya kemanapun pergi. “Pelaku sambil mengatakan bahwa jimat tersebut ada penjaganya (makhluk halus, red) sehingga bisa menjaga korban,” terangnya.

Setelah memberikan korban sebuah jimat, tersangka kemudian mengajak korban membeli bunga. Nah, setelah sampai di rumah tersangka, pelaku mengajak korban masuk ke dalam kamar sambil berkata, “ayo sini tak benakno vaginamu nang kamar, cek gak digawe wong lanang (ayo sini saya perbaiki kemaluanmu di kamar, biar tidak dibuat mainan orang lelaki)”.

Ajakan tersangka sempat ditolak oleh korban, namun tersangka terus memaksa. Sesampainya di dalam kamar, korban diberi minuman air putih dan korban pun merasa kepalanya pusing. “Saat korban kepalanya pusing, tersangka membuka baju dan celananya kemudian korban dicabuli,” ungkapnya.

Ambuka juga menambahkan, korban pencabulan lain juga terjadi. Seorang ibu rumah tangga berusia 41 tahun juga menjadi korban pencabulan yang dilakukan Khodar. “Modusnya sama, yaitu tersangka memberikan jimat berupa cambuk kecil,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Khodar dijerat pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak. “Hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 300 juta,” terangnya. (isa/kun)





Sumber: Beritajatim.com

COMMENTS


loading...
Loading...

Share

$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=hide$snippet=hide$count=6$label=0

Loading...
Nama

Asusila,2,Curas,2,FOKUS,147,Insiden,4,KRIMINAL,1,Narkoba,3,RAGAM,1,Terorisme,3,
ltr
item
Kabar Kriminal: Kasih Jimat, Ritualnya ‘Orang Pintar’ Ini Malah Cabuli Korban
Kasih Jimat, Ritualnya ‘Orang Pintar’ Ini Malah Cabuli Korban
Kabar Kriminal
https://www.kabarkriminal.com/2020/10/kasih-jimat-ritualnya-orang-pintar-ini.html
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/2020/10/kasih-jimat-ritualnya-orang-pintar-ini.html
true
4690725287027830542
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy