Kisah Penjual Pempek, Mengaku Pegawai BRI Hingga Raup Rp 1,4 Milyar

Malang (beritajatim.com) – Hujan deras mengguyur Mako Kepolisian Resor Malang, Sabtu (31/10/2020) siang. Dengan tangan diborgol, MY du...

Malang (beritajatim.com) – Hujan deras mengguyur Mako Kepolisian Resor Malang, Sabtu (31/10/2020) siang. Dengan tangan diborgol, MY duduk termenung di sudut lobi Polres Malang yang ada di Jalan Ahmad Yani, Kota Kepanjen.

Perempuan 29 tahun itu memegang kacamata. Lalu berkata. “Ini mau apa,” tanya MY sembari menatap meja yang berisi sejumlah barang bukti.

Beberapa jurnalis pun menuturkan. MY akan menjalani rilis kasus penipuan yang ia lakukan. “Lama apa gak seperti ini,” tanya MY lagi.

Ibu dua orang anak ini lalu bercerita. Ia asli Palembang. Masuk Malang pada tahun 2012 lalu. “Saya tinggal di kontrakan. Suami saya bekerja juga. Tahu kalau saya sudah ditahan disini. Tapi mau jenguk saya belum bisa katanya,” ujar MY.

Ditengah hujan lebat, mata Meta mulai berkaca-kaca saat menceritakan buah hatinya. “Anak saya dua. Satu umur lima tahun, satu lagi mau jalan dua tahun,” katanya.

Kedua anak MY kini sudah dibawa ke Palembang oleh adiknya. “Yang kecil masih saya susui. Saya kangen sekali. Berapa lama saya disini, saya capek. Gak betah karena tiap hari suruh menyanyi,” papar MY sambil menahan isak tangis.

Selama dalam tahanan, MY bercerita sering diminta menyanyi oleh tahanan lainnya. “Capek suruh nyanyi terus, kadang sampek jam 12 baru berhenti, nyanyi,” ucapnya.

Di dalam sel tahanan Polres Malang, Meta tidak sendiri. Ada tahanan wanita lain yang terjerat kasus narkoba. Sebelum ditetapkan jadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan, MY juga mengaku pernah bekerja sebagai marketing frelance Bank BRI di Kota Malang. Saat itu, kisaran tahun 2017.

“Saya marketing frelance tidak lama, Cuma 6 bulan. Sebelum itu saya jualan pempek Palembang. Setelah frelance marketing, saya keluar karena melahirkan anak kedua,” terangnya.

Awal mula melakukan penipuan, MY berdalih tidak pernah ia rencanakan. Melalui beberapa teman, MY kemudian banyak menerima titipan uang untuk disetorkan ke Bank BRI. Lambat laun, apa yang dilakukan Meta ternyata banyak mendapat kepercayaan banyak orang. Meta pun mulai beraksi. Salah satunya, mencetak sendiri program-program mengatasnamakan Bank BRI.

Tiga modus yang dilakukan MY adalah, membuat program rekayasa. Program pertama soal deposito dan investasi. Program kedua Simpanan Pelajar (SIMPEL). Program ketiga yakni tabungan haji.

Seluruh program ini hanya tipu daya MY saja. Untuk menyakinkan korbannya, MY membuat dan mencetak brosur ketiga program itu sendiri. Printer dan laptop yang dipakai MY membuat brosur program mengatasnamakan BRI, ikut disita Polisi. Jadi barang bukti. Termasuk paspor haji palsu.

Meta mengaku, aktifitas menipu sebagai pegawai Bank BRI, ia lakukan sejak akhir tahun 2019 lalu. “Mulai September 2019 lalu. Khusus merchandise yang ada logo BRI saya buat sendiri. Saya pesan dan cetak sendiri, seperti payung dan mug (gelas) itu,” beber MY sambil menunjuk sejumlah merchandise berlogo Bank plat merah tersebut.

Uang yang ia dapat dari korban, lanjut MY, ia putar sedemikian rupa. Seluruh uang tersebut ia simpan sendiri. Beberapa korban juga ia transfer dengan dalih bunga deposito. Satu korban, MY mengaku bisa setor uang mulai Rp 10 juta hingga Rp 100 juta.

“Yang seratus Rp 100 juta uangnya sudah saya kembalikan. Kalau sekarang uang yang ada disaya tinggal Rp 10 juta saja,” tegasnya.

Sepak terjang MY pun berakhir setelah salah satu korban yang titip uang, mengajak bertemu di salah satu dealer mobil. “Kita janjian bertemu di mitshubisi. Uangnya sudah saya kembalikan. Lalu saya ditangkap,” pungkasnya.

Polisi mencatat, ada 51 orang korban yang tergiur program deposito faedah hasil rekayasa MY. Program tabungan haji 4 orang korban. Sementara 14 orang korban tergiur program SIMPEL.

Atas perbuatannya, Polisi menjerat MY dengan Pasal 372 dan Pasal 378 tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya, 4 tahun penjara. (yog/ted)





Sumber: Beritajatim.com

COMMENTS


loading...
Loading...

Share

$type=three$author=hide$comment=hide$rm=hide$va=hide$snippet=hide$count=6$label=0

Loading...
Nama

Asusila,2,Curas,2,FOKUS,200,Insiden,4,KRIMINAL,1,Narkoba,3,RAGAM,1,Terorisme,3,
ltr
item
Kabar Kriminal: Kisah Penjual Pempek, Mengaku Pegawai BRI Hingga Raup Rp 1,4 Milyar
Kisah Penjual Pempek, Mengaku Pegawai BRI Hingga Raup Rp 1,4 Milyar
https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2020/10/penipuan-malang.jpg
Kabar Kriminal
https://www.kabarkriminal.com/2020/10/kisah-penjual-pempek-mengaku-pegawai.html
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/
https://www.kabarkriminal.com/2020/10/kisah-penjual-pempek-mengaku-pegawai.html
true
4690725287027830542
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy